Posts

Showing posts from January, 2015

Hujan (part 2)

"Badai.. Badai.. Cepat masuk dan berlindung!" dan aku tak mengindahkannya. "Apa yang kelak akan kau terima, yang kiranya sepadan dengan segala kebodohan yang kau lakukan kini, wahai makhluk penantang badai?" dan aku tetap berdiri kokoh menantikan getirnya. "Jangan terlalu naif, wahai makhluk yang terlalu percaya pada rintik-rintik tangisan langit! Kini, esok, atau seratus tahun dari sekarang surga nya tak akan pernah menjadi surga mu!" dan bodohnya aku masih percaya akan bahagia. Tulisan ini ditujukan kepada hujan,  yang tak hanya membasahi tanah penuh humas, atau menyuburkan bunga-bunga indah di atas bumiku, tetapi juga membuatnya tergenang air, dan membuat tebing-tebing pertahananku longsor, Tulisan ini ditujukan kepada hujan, yang terlihat sangat ramah dan mampu kurengkuh, tetapi kontra dengan realita yang adalah sebaliknya Karena ketika badai itu datang, aku benar-benar mati. Aku tak bisa membedakan

Hujan (part 1)

"Dan kuharap, menjadi bagianmu. Ku bisa gila, tak berharap Dan kuharap, menjadi harapanmu. Ku bisa gila..." Matanya. Demi Tuhan, semua surga yang aku bayangkan dalam benakku tergambar secara isometri dalam keindahan matanya. Seperti bulir-bulir air yang jatuh dari langit yang mendung. Dan aku tengah menikmati gigilan serta kertak gigi yang sengaja diciptakan karenanya. Herankah dirimu? Padahal kukira bentuk surga itu tergambar apik bak bintang, pelangi, atau matahari yang mampu membuat orang tersenyum dan mengeluarkan kata pujian. Tetapi ternyata surga di matanya lebih dari sekedar itu. Terlalu nyata menyaingi sinar matahari, terlalu gelap menyaingi terangnya bintang, terlalu muram menyaingi cerianya pelangi. Itulah surgaku. Hujan. Pernahkah kalian memandang langit dan menantang namanya?  Atau bersikap sarkastik karena merasa sangat dirugikan karenanya? Jika ya, maka enyahlah dirimu! Kamu tidak tau betapa dahaganya diriku akan airnya! Salahkah j