Cepat

Cinta ini cinta yang cepat
Secepat kecupan yang kau layangkan tanpa rasa hormat
Menggulung jiwa merengkuh hati sebelum terlambat

Sayang ini sayang yang cepat
Secepat guliran malam yang kulewati tanpa rehat
Demi memohon sinar matamu untuk kembali menyapa hangat

Hancur ini hancur yang cepat
Secepat langkah kakimu yang menjauh dan enggan melihat
Menuai luka, menggores asa, membuat sekarat

Bahagia ini bahagia yang cepat
Secepat tawa renyahmu melihatku terguncang hebat
Menelan keputusanmu yang hampir bulat

Kosong ini kosong yang cepat
Secepat lambaian tanganmu tanda tak lagi kuat
Saat diri ini kerap berusaha agar tetap selamat

Aku yang salah karena terlalu cepat
Berekspektasi kau pelabuhan yang tepat
Untuk tempatku berteduh melepas penat
Hingga kututup pintu ini rapat-rapat

Tapi,
Ternyata kau hanya datang sekelebat
Meninggalkanku harapan yang besar agar nadi ini tersayat

Popular posts from this blog

Letters That Were Never Sent (Part 1)

Letters That Were Never Sent (Part 3)

Letters That Were Never Sent (Part 2)