Timur - The Adams
Hari ini saya mendengarkan lagu Timur dari The Adams di perjalanan ke kantor, yang seharusnya menjadi lagu pernikahan kita di bulan Oktober di tahun ini. Saya masih mengingat dengan sangat jelas saat lagu itu berkumandang melalui earphone yang saya pakai, di hari Minggu sore itu, ketika kita mengunjungi tempat yang seharusnya menjadi tempat kita mengucapkan janji sehidup semati. Sebuah glass house kecil yang benar-benar merepresentasikan gambaran pernikahan impian, yang selalu saya bayangkan sejak duduk di bangku sekolah. Dan saya juga masih ingat ekspresi wajahmu, ketika menjelaskan kebiasaan aneh saya kepada pegawai yang mengantarkan kita: "Tidak apa-apa Pak. Dia memang harus membayangkan entrance nya sambil mendengarkan lagu", yang kemudian ia amini dengan anggukan kikuk. Kemudian, kenangan itu berganti dengan ingatan tentang satu kalimat penutup yang kamu ucapkan di malam itu, saat akhirnya kita sama-sama sepakat untuk berhenti memperjuangkan apa yang telah kita jaga se...