Posts

Aku Ingin

Nyamanku bertandang di balik sunyi Menjaga ruang kami tetap sedekat nadi Kendati perang kian membara Getar getir yang ia bawa tak kunjung sirna Aku ingin menatapnya tanpa malu Selayaknya ia melihatku sambil berlalu Aku ingin tetap bicara dengan lantang Setelah tahu ia tak bisa datang Siang dan malamku telah mati Tergantikan gundah yang berujung lupa diri Melihat bayangmu yang semakin memudar Juga senyuman yang kian datar Jika  untuk memilikinya adalah dengan tidak memilikinya Lantas mengapa cara ini membuatku semakin gila?

Kemana KBMT?

Keluarga Besar Mahasiswa Teknik. Dalam prespektif seorang Putri Rahayu, pemberian label tersebut, dapat dikatakan sebagai penyematan “tanggung jawab” yang harus diemban oleh saya dan teman-teman setidak-tidaknya sampai dengan akhir masa studi. Nah, tanggung jawab yang seperti apa? Jawabannya tidak perlu muluk-muluk! Ya, “tanggung jawab” ini mungkin sering diartikan sebagai pola sikap kita, Mahasiswa Teknik untuk berkontribusi dalam setiap program kerja atau kegiatan, membangun dan mempertahankan rasa kekeluargaan, membawa nama baik Fakultas Teknik, dan sederet hal-hal klise lainnya. Memang, saya tidak bilang bahwa semua itu salah. Namun, terkadang kita lupa bentuk “tanggung jawab” kita yang paling kecil sebagai KBMT adalah untuk membuka diri kepada hal-hal yang mendukung berjalannya kehidupan dalam KBMT dan peka terhadap informasi. Hidup dalam dunia perkuliahan, membuat kita, mahasiswa pada akhirnya memilih jalannya masing-masing. Premis ini dapat dibuktikan dengan sedikit cont...

Perihal Merendahkan

“Sumpah Ketua Pelaksana nya Mas X? Udah pasti deh bakal ancur acaranya” “Duh masa Mbak Y sih yang jadi Ketua Bidang? Dia kan orangnya gitu!” “Tadinya sih mau daftar, tapi ngelihat Kepala Departemen nya Mas Z jadi males! Gajadi deh!” “Sumpah ya, Mbak A tuh gak bisa ngapa-ngapain! Gak guna jadi Ketua!” Kalimat-kalimat di atas tentu terdengar sangat familiar di telinga, bukan? Hampir pada setiap program kerja, rapat, atau saat ngopi-ngopi ringan, pasti ada dua atau tiga orang yang melontarkannya. Rasa tidak percaya terhadap individu memang merupakan hal yang lumrah dan sering terjadi dalam suatu organisasi dan kepanitiaan.  Hanya saja, akhir-akhir ini saya lebih sering mendengarnya, hingga memutuskan untuk sedikit memberikan tanggapan. Karena yang membuat saya heran, kalimat tersebut tidak hanya keluar dari mulut angkatan termuda, bahkan angkatan yang sudah bangkotan saja masih ada yang berpikiran seperti itu! Tidak munafik, saya pun pernah mengucapkan kalimat-kalimat ters...

Saya Tidak Jatuh Cinta

Saya tidak tahu persis bagaimana cara mendefinisikan penyebab badai dan petir yang menyambar di dalam kepala saya ini. Namun, yang jelas jika kamu meminta saya untuk menemanimu untuk membeli teh kotak di Indomaret terdekat, saya akan membatalkan semua rapat yang mungkin ada pada menit yang sama. Dan saya akan berkata dosen saya tidak datang, ketika kamu mengajak saya untuk melihat-lihat buku-buku tua di pinggiran kota. Jika kelak kamu mengharapkan saya berada di dalam kursi penonton untuk mendukungmu menggiring bola, saya akan dengan senang hati datang ke seluruh pertandingan yang akan kamu lalui, sambil membawakan minuman kesukaanmu. Dan saya akan berkata saya tidak mengantuk, sekalipun saya belum tidur karena kelelahan menulis laporan, ketika kamu meminta saya untuk tetap terjaga dan mendengarkanmu bercerita. Saya hanya benar-benar tidak ingin kehilangan kamu. Bukan, ini bukan kisah roman picisan tentang dua insan yang sedang berbunga-bunga. Karena bagiku, menjal...

Setuju atau Tidak Itu Urusanmu

“Menurutmu mengapa harus ada kolom agama di dalam Kartu Tanda Penduduk?” Bening hampir tersedak potongan kecil kentang goreng yang baru saja dibelinya di Kafeteria ketika mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh lawan bicaranya itu. Ia terbatuk-batuk lalu meneguk sebotol air mineral, sebelum akhirnya menimpali lawan bicaranya. “Pertanyaanmu selalu aneh-aneh, Li. Tak bisakah kamu menerima satu hal saja dengan lapang dada, tanpa perlu bertanya bagaimana asal-usulnya?” Lia, lawan bicara Bening saat ini, yang juga merupakan teman baik Bening, mengernyitkan dahi sambil mengikat ulang rambutnya yang hampir lepas. Lia memang sangat suka melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang jarang terpikirkan oleh orang-orang seusia mereka, sampai-sampai terkadang Bening lelah untuk menanggapinya. Seperti sekarang, disaat kepala Bening masih mendidih akibat soal-soal kuis Akuntansi Biaya yang baru saja ia selesaikan setengah jam lalu, Lia kembali menanyakan satu dari pertanyaan-pertanyaan aj...

Saya, Seni, dan Teknik

Saya tidak terlalu suka pada pembinaan. Saya tidak bisa berforum, menyusun suatu konsep, menanamkan nilai-nilai, atau menyusun latar belakang dan memilih metode serta alur untuk mengarahkan anak orang. Agak aneh memang, karena tipikal “orang-orang teknik” menurut pandangan khalayak adalah orang yang seperti saya sebutkan di atas. Mungkin itu sebabnya mengapa saya tidak pernah disebut “orang teknik”, karena apa yang saya kerjakan di tempat ini bukan termasuk hal yang ingin dilihat oleh orang banyak, dan dianggap sebagai stereotipe teknik; angkatan, lembaga, senior, terutama dari jurusan saya. Harusnya tulisan ini bukan tentang saya, tetapi rasa-rasanya tidak sopan jika saya langsung menceritakan suatu kisah tanpa memperkenalkan diri terlebih dahulu. Lagipula, antara saya dan apa yang ingin saya kisahkan juga saling berkesinambungan. Nama saya Putri Rahayu, sebenarnya panggilannya Putri. Namun, karena username instagram saya yang sepertinya unik, beberapa orang memanggil saya Pux....

Biarkanlah

Biarkanlah aku mengiris bulan, Agar si pungguk tak lagi merindukannya Biarkanlah aku menenggak hujan, Agar bunga-bunga tak lagi membutuhkannya Biarkanlah aku menyapu lautan, Agar pelaut tak lagi tenggelam dipelukannya Maka biarkanlah kubunuh rasa kasmaran, Agar hati tak lagi patah karenanya (2016)